????????????????????????????????????

… Jayalah jaya PLP, bersama kita jaya, cerdaskan anak bangsa, tingkatkan mutu pendidikan.

Jayalah PLP, bersama kita jaya. PLP bersatu membangun bangsa, berkarya dan membangun negara …

Penggalan lagu mars Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) ini menggema di ruang auditorium terselenggaranya Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional PLP, Jenjang Terampil – Jenjang Ahli, 20-23 April. Kota Surabaya terpilih sebagai kota pertama dari serangkaian penyelenggaraan diklat 2016 atas prakarsa Direktorat Karier dan Kualifikasi SDM Ditjen Sumber Daya.

Direktur Karier dan Kompetensi, Bunyamin Maftuh

Bagi Direktur Karier dan Kualifikasi SDM Ditjen Sumber Daya Bunyamin Maftuh, lirik lagu mars PLP tersebut bermakna sangat khusus dan bagus. “Kemenristekdikti memang bervisi sangat peduli pada bagaimana meningkatkan mutu perguruan tinggi, antara lain dengan mencetak lulusan-lulusan perguruan tinggi berkualitas. Jika PTN berjumlah sekitar 130 dan PTS berjumlah kurang lebih 4.000, bayangkan berapa banyak lulusan yang dihasilkan? Tentu saja, di dalam proses tercetaknya lulusan bermutu yang diharapkan, terdapat peran besar PLP di dalamnya.”

Menurut Bunyamin Maftuh, dalam pembukaan diklat, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas sumber daya perguruan tinggi. Pertama, good governance yang bermakna sebuah tata kelola yang baik terletak pada peran besar Rektor, Dekan, dan Kaprodi. Kedua, sumber daya manusia tenaga pendidik/dosen berkualitas yang memiliki karya bagus, proses pembelajaran yang baik, sehingga kualitas lulusan yang tercetak pun turut berkualitas. Dalam bekerja, dosen tentu tidak berdiri sendiri, terdapat tenaga kependidikan yang memiliki andil besar dalam mencetak lulusan perguruan tinggi bermutu, dan di sinilah antara lain peran PLP berjalan. Ketiga, sarana dan prasarana, networking, kondisi keuangan, dan sebagainya.

Ke depan, sebagai wujud atensi yang tinggi terhadap peran tenaga kependidikan dan dalam rangka meningkatkan kompetensinya, Ditjen Sumber Daya akan melahirkan banyak program terobosan. Jika bagi dosen terdapat inovasi NIDK, kini sedang dikembangkan sistem registrasi tenaga kependidikan. Setelah pendataan yang meliputi PLP, juga pranata perpustakaan, pranata komputer, pranata kehumasan, dan pranata kearsipan, akan dibuatkan nomor induk tenaga kependidikan, dan direncanakan akan diluncurkan pada akhir 2016. Dari sistem tersebut dapat dilihat berapa banyak tenaga kependidikan misalnya yang berstrata S2, berapa banyak yang sudah pada tingkat terampil dan ahli, dan seterusnya. Sehingga referensi ini dapat dijadikan data untuk pengembangan kompetensi yang memungkinkan pranata laboratorium juga memiliki peluang melanjutkan studi serta meningkatkan potensi diri tanpa merasa iri dengan posisi lain. Yang terpenting menunjukkan bahwa PLP bisa berkarya.

Hal lain adalah adanya peluang peluncuran dana penelitian yang akan diberikan secara kompetitif bagi mereka yang berminat melakukan riset. Juga kesempatan PLP mengikuti short course ke luar negeri selama 3 bulan yang akan sangat kompetitif pula karena harus melalui tahapan yang sangat selektif. Seperti diungkapkan oleh Bunyamin Maftuh bahwa tidak ada kata berhenti untuk menimba ilmu. Pendidikan berlangsung sepanjang hayat. Sebagai pemilik peran strategis dalam mencetak lulusan perguruan tinggi yang bermutu, PLP harus merasa besar. Pelatihan yang dilalui merupakan salah satu upaya pengembangan mutu, ajang saling berbagi ilmu, pengalaman, dan informasi, juga menjalin networking antar PLP sehingga terbentuk kolaborasi yang saling mengisi dalam abad globalisasi ini. (jip) (Sumber:http://sdid.dikti.go.id/?p=3340)