aliKEMENTERIAN Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) bagi tenaga laboratorium (laboran) yang kini dikenal sebagai Pranata Laboratorium Pendidikan atau PLP di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

“Kedudukan tenaga laboratorium atau PLP ini penting dan amat strategis guna menopang kemajuan dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi kita. Mereka kita beri diklat secara bertahap dan kita harapkan dapat bersinergi lebih baik dengan tenaga pengajar atau dosen di PTN masing masing,” kata Dirjen Sumber Daya dan Iptek Kemenristek Dikti, Ali Ghufron Mukti saat menutup acara Diklat PLP di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/4).

Pranata Laboratorium Pendidikan adalah jabatan fungsional dalam dunia pendidikan yang sebelumnya dikenal sebagai laboran dan teknisi. PLP adalah jabatan yang memunyai ruang lingkup tugas dan tanggung jawab serta wewenang untuk melakukan pengelolaan laboratorium pendidikan bagi pegawai negeri sipil (PNS)

Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu mengungkapkan terdapat sekitar 3.162 tenaga PLP di seluruh PTN. Namun, pihaknya secara bertahap menggelar diklat tahun ini untuk 500 PLP di 19 perguruan tinggi negeri.

“Diklat PLP ini merupakan program baru dan pertama kali dilakukan Kemenristek Dikti guna merevitalisasi tenaga PLP .Pada tahap awal di Surabay ini kita latih 62 tenaga PLP dan menyusul di 8 kota besar berikutnya,” ungkap Ghufron.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu menyatakan, saat ini, dunia laboratorium perguruan tinggi khususnya PTN belum mengalami pembaruan hingga 10 tahun padahal kedudukan laboratorium khususnya PLP amat penting.

“Laboratorium pendidikan kita diharapkan mampu menjadi pendukung atas pendidikan dan penelitian, sebab analisa laboratorium harus memiliki validitas dan akurasi yang tinggi,” cetusnya

Selain melakukan pelatihan tenaga PLP yang mencapai tingkat ahli dan lulus sertifikasi, yang terbaik berkesempatan untuk dilatih di PTN terbaik di tanah air dan PTN di luar negeri.

Untuk sementara, Ghufron melirik yang terdekat di Singapura yang dinilai cukup memunyai fasilitas dan kualitas bagi tenaga PLP terpilih.

Saat ditanya anggaran diklat PLP , ia menyebut anggaran di Direktoratnya sekitar Rp1,8 triliun untuk infrastruktur sedangkan untuk diklat PLP sekitar Rp50 miliar. (OL-3)

Sumber : (http://brapan827.blog.mediaindonesia.com/news/read/42145/kemenristek-dikti-genjot-pelatihan-laboran-ptn/2016-04-24)