3n

Laboran Berbasis Manusia Profesional

Sudah tercatat sederet cerita berulang terdapat alat-alat laboratorium di perguruan tinggi nasional yang lama teronggok tak terpakai. Ini sebuah kisah ironis yang selalu saja memiliki latar jawaban mirip-mirip: tidak ada personal yang dapat mengoperasikannya. Kondisi ini harus diperbaiki dan jangan sampai cuma dianggap sebagai kejadian repetisi yang lazim.

“Pranata laboran harus mempunyai pemahaman mengenai sistem bisnis. Harus ada concern management yang menjadi mind set bahwa di belakang peralatan laboratorium tersebut terkandung uang rakyat yang telah dikeluarkan,” tutur Komar Komar Sutriah (dari Laboratorium Kimia Terpadu & Departemen Kimia FMIPA IPB), salah satu pembicara pada Diklat Jabatan Fungsional PLP di Yogyakarta (17/5-20/5). Jadi peralatan lab mesti ada kebermanfaatannya, tidak boleh mubazir!

Menjadi PLP tidak cukup bermodalkan semangat, tetapi harus bekerja profesional dan kompeten dalam mengelola laboratorium. Selain itu, ia juga mesti mengelola metode; mengelola lingkungan laboratorium; keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan pengelolaan limbah (B3); mampu bekerja dalam tim, dan berkomunikasi dengan pelanggan;

Mengadopsi dan mengimplementasikan sistem manajemen mutu yang relevan dengan pengelolaan laboratorium; serta mendokumentasikan dan melaporkan kegiatan. Jika personal yang mengelola lab kompeten, tentu yang akan dihasilkan adalah lab yang kompeten pula. Yaitu laboratorium yang memiliki data valid dan akurat, memiliki produk dengan mutu standar internasional, dikendalikan dengan sistem manajemen mutu yang berujung pada kepuasan pelayanan bagi users. Mahasiswa, peneliti, dan masyarakat.

Basis personal lab adalah manusia yang melakoni peran sebagai pengelola dan penggerak lab secara profesional. Dan supaya profesional, personal lab harus memiliki jabatan fungsional. Itulah sebabnya mengapa cita-cita dihadirkannya PLP sebagai jabatan fungsional menjadi upaya yang sangat mulia. Jadi, jika tujuan yang mulia tersebut dimaknai dengan hanya mengejar mengumpulkan angka kredit, itu sebuah kekeliruan. Sebaliknya, pranata laboran mesti mampu mengemban tugas untuk memfasilitasi para dosen dan mahasiswa agar laboratorium mempunyai aspek kebermanfaatan yang tinggi.

(Sumber informasi: http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/index.php/2016/05/19/laboran-berbasis-manusia-profesional/)