3

SEMARANG: Aksi tanggap darurat untuk korban bencana alam tak hanya semata, memberikan perhatian pada pemulihan fisik. Lebih dari itu pemerintah, relawan, bahkan wajib memberikan pendampingan untuk memberikan semangat maupun mental warga. Hal tersebut, dikemukakan Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT)  Semarang, Suroto, disela-sela serah terima bantuan kemanusiaan untuk korban Gempa Aceh di RM Chanadia. Bantuan itu disalurkan Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan (PPLPI) Pusat dan Daerah.

Bantuan yang diberikan PPLPI akan disalurkan dalam upaya memulihkan kondisi Aceh Pidie Jaya, yang terkena gempa awal desember 2016, yang menimbulkan korban sedikitnya 100 orang korban jiwa, ratusan bangunan rusak, sehingga banyak warga tidak memiliki tempat tinggal layak dan sebagian kehilangan mata pencaharian.

Ketua Dewan Pengawas PPLPI,  Mardi Wiyono (UGM), di dampingi Wasekum, Ade Chandra (UIN Syarif Hidayatullah), Wakil Bendahara, Jufriyah (UNDIP), Korwil Jateng, Kelik (UNDIP), Bidang Pengembangan Usaha, Sulistyo (Univ Negeri Sebelas Maret), Pengurus Satker, Isna Marah (UNDIP), R. Muttaqin (UNNES), Sunarto (POLINES) dan Anita (UIN Walisonggo)  menyalurkan bantuan untuk meringankan beban korban bencana Aceh senilai Rp. 29.780.000. Sebanyak Rp. 15.000.000. disalurkan melalui ACT, sisanya telah diserahkan langsung melalui Korwil PPLPI Aceh.